SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Batch 2 bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses akhir pembelajaran sebelum peserta didik dinyatakan lulus. Melalui kegiatan ini, sekolah memastikan setiap siswa memiliki kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan standar dunia industri.
Pelaksanaan Uji Kompetensi SMK Dinamika dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Global Otomotif. LSP berperan dalam melakukan verifikasi serta penilaian terhadap seluruh peserta agar hasilnya objektif dan sesuai dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selain itu, kolaborasi ini juga menjamin bahwa sertifikat kompetensi yang diperoleh memiliki pengakuan secara nasional.
Setiap peserta diuji melalui praktik langsung di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah diverifikasi. Aspek penilaian mencakup tiga komponen utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Para asesor dari LSP Global Otomotif hadir untuk memastikan proses uji berjalan profesional dan sesuai prosedur. Kemudian, hasil uji digunakan sebagai dasar pemberian sertifikat bagi peserta yang dinyatakan kompeten.
Selain menguji keterampilan teknis, Uji Kompetensi SMK Dinamika juga menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Para siswa dibiasakan bekerja dengan standar keselamatan yang tinggi, menjaga ketelitian, serta menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Dengan demikian, mereka siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya.
Skema Pelaksanaan Konversi Motor Listrik
Pada pelaksanaan Uji Kompetensi Batch 2 ini, salah satu skema yang diujikan adalah Konversi Motor Listrik. Skema ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam melakukan proses konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
Dalam pelaksanaannya, siswa diminta untuk memahami prinsip dasar sistem penggerak listrik, instalasi baterai, pengontrol (controller), serta motor listrik sebagai pengganti mesin konvensional. Kemudian, mereka melakukan proses pembongkaran, pemasangan komponen konversi, hingga melakukan pengujian akhir terhadap hasil kerja.
Asesor menilai setiap tahapan dengan teliti, mulai dari keamanan kerja, ketepatan prosedur, hingga kemampuan peserta dalam menganalisis performa motor hasil konversi. Selain itu, peserta juga harus mampu menjelaskan konsep efisiensi energi dan manfaat lingkungan dari penggunaan motor listrik. Dengan adanya skema ini, siswa diharapkan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi otomotif masa depan yang ramah lingkungan.
Kepala SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta menyampaikan bahwa skema Konversi Motor Listrik menjadi langkah inovatif sekolah dalam mengikuti arah perkembangan industri otomotif nasional. Selain memperkuat kompetensi siswa, skema ini juga mendukung program pemerintah dalam transisi menuju energi bersih.
Selanjutnya, sekolah berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan dunia industri dan lembaga sertifikasi. Melalui kolaborasi tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.
Akhirnya, kegiatan Uji Kompetensi Batch 2 SMK Dinamika diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri, semangat belajar, serta kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Sekolah akan terus berinovasi agar mampu mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di era elektrifikasi otomotif.









